Tuesday, October 13, 2009

kumerindukanmu..

kurindukan lirih suaranya..
dengan sorot mata penuh harap..
dengan tangan keriput yang menengadah pasrah..
deras menghujaniku dengan do’a-do’amu..
Allahumma Baarik Fii Aulaadii..walaa tadhurrahum..
Ya Allah..limpahkanlah berkahMu kepada anak-anakku dan janganlah Kau biarkan mereka menghadapi bahaya..
waj’al hawaahum taba’an limaa jaa-a bihii habiibuka Muhammad Sallallahu ‘alayhi wa sallam
Jadikanlah hasrat-hasrat mereka tunduk kepada ajaran Rasul kekasihMu Muhammad SAW
Allahumma taqobbal minhum, innaka ‘alaa maa tasyaa-u qodiir..wa bil ijaabati jadiir..
Ya Allah terimalah segala amal mereka..sesungguhnya Engkau Maha Kuasa berbuat apa saja..dan Maha Pengabul Do’a..

tak pernah lupa sekalipun dirimu mendoakanku..
walaupun pekerjaan menumpuk berteriak..
padahal seringkali diri ini lupa untuk memohon kepada Rabb-ku
untuk senantiasa memberikan ampunan dan kasih sayangNya padamu..

dan akhirnya
untuk ke sekian kalinya
diri ini tersadar..
bahwa tak akan bisa kumengalahkan kasih sayangmu..
dan akhirnya
untuk ke sekian kalinya
diri ini tersadar..
walau dengan kesadaran yang datang dan pergi

Gresik, 14 Oktober 2009
(di tengah kerinduanku padamu, wahai Ummi…
Ya Allah, lindungilah dan berilah kesehatan selalu padanya..ampunilah dosa-dosanya dan sayangilah beliau seperti beliau menyayangiku di waktu aku kecil..amiin..)

Posted by Maryam at 23:25:31 | Permalink | No Comments »

5 Hal…

“Hendaklah engkau berpegang pada 5 (lima) hal, dan amalkanlah. Yakni: sembahlah Allah SWT sebesar kebutuhanmu kepada-Nya, ambillah dunia sekadar memenuhi kebutuhanmu, perbuatlah dosa sekadar kekuatanmu menanggung siksa-Nya, berbekallah di dunia sebanyak kebutuhanmu di alam kubur, dan berbuatlah untuk mendapatkan surga sesuai kedudukan/tingkat yang engkau inginkan.” (Syaqiq Al Balkhi rahimahullah)

Posted by Maryam at 23:11:49 | Permalink | No Comments »

Monday, October 12, 2009

Hukum Pygmalion - Hukum Berpikir Positif

Copas dari group inspiring story …bagus banget..:)

Pygmalion adalah seorang pemuda yang berbakat seni memahat. Ia sungguh piawai dalam memahat patung. Karya ukiran tangannya sungguh bagus. Tetapi bukan kecakapannya itu menjadikan ia dikenal dan disenangi teman dan tetangganya. Pygmalion dikenal sebagai orang yang suka berpikiran positif. Ia memandang segala sesuatu dari sudut yang baik.

• Apabila lapangan di tengah kota becek, orang-orang mengomel. Tetapi Pygmalion berkata, “Untunglah, lapangan yang lain tidak sebecek ini.”

• Ketika ada seorang pembeli patung ngotot menawar-nawar harga, kawan-kawan Pygmalion berbisik, “Kikir betul orang itu.” Tetapi Pygmalion berkata, “Mungkin orang itu perlu mengeluarkan uang untuk urusan lain yang lebih perlu”.

* Ketika anak-anak mencuri apel dikebunnya, Pygmalion tidak mengumpat. Ia malah merasa iba, “Kasihan,anak-anak itu kurang mendapat pendidikan dan makanan yang cukup di rumahnya.”

Itulah pola pandang Pygmalion. Ia tidak melihat suatu keadaan dari segi buruk, melainkan justru dari segi baik. Ia tidak pernah berpikir buruk tentang orang lain; sebaliknya, ia mencoba membayangkan hal-hal baik dibalik perbuatan buruk orang lain.

Pada suatu hari Pygmalion mengukir sebuah patung wanita dari kayu yang sangat halus. Patung itu berukuran manusia sungguhan. Ketika sudah rampung, patung itu tampak seperti manusia betul. Wajah patung itu tersenyum manis menawan, tubuhnya elok menarik. Kawan-kawan Pygmalion berkata, “Ah,sebagus-bagusnya patung, itu cuma patung, bukan isterimu.” Tetapi Pygmalion memperlakukan patung itu sebagai manusia betul. Berkali-kali patung itu ditatapnya dan dielusnya. Para dewa yang ada di Gunung Olympus memperhatikan dan menghargai sikap Pygmalion, lalu mereka memutuskan untuk memberi anugerah kepada Pygmalion, yaitu mengubah patung itu menjadi manusia betul. Begitulah,
Pygmalion hidup berbahagia dengan isterinya itu yang konon adalah wanita tercantik di seluruh negeri Yunani.

Nama Pygmalion dikenang hingga kini untuk mengambarkan dampak pola berpikir yang positif. Kalau kita berpikir positif tentang suatu keadaan atau seseorang, seringkali hasilnya betul-betul menjadi positif.

Misalnya,
* Jika kita bersikap ramah terhadap seseorang, maka orang itupun akan menjadi ramah terhadap kita.
* Jika kita memperlakukan anak kita sebagai anak yang cerdas, akhirnya dia betul-betul menjadi cerdas.
* Jika kita yakin bahwa upaya kita akan berhasil, besar sekali kemungkinan upaya dapat merupakan separuh keberhasilan.

Dampak pola berpikir positif itu disebut dampak Pygmalion.

Pikiran kita memang seringkali mempunyai dampak fulfilling prophecy atau ramalan tergenapi, baik positif maupun negatif.
* Kalau kita menganggap tetangga kita judes sehingga kita tidak mau bergaul dengan dia, maka akhirnya dia betul-betul menjadi judes.
* Kalau kita mencurigai dan menganggap anak kita tidak jujur,akhirnya ia betul-betul menjadi tidak jujur.
* Kalau kita sudah putus asa dan merasa tidak sanggup pada awal suatu usaha, besar sekali kemungkinannya kita betul-betul akan gagal.

Pola pikir Pygmalion adalah berpikir, menduga dan berharap hanya yang baik tentang suatu keadaan atau seseorang. Bayangkan, bagaimana besar dampaknya bila kita berpola pikir positif seperti itu. Kita tidak akan berprasangka buruk tentang orang lain. Kita tidak menggunjingkan desas-desus yang jelek tentang orang lain. Kita tidak menduga-duga yang jahat tentang orang lain.

Kalau kita berpikir buruk tentang orang lain, selalu ada saja bahan untuk menduga hal-hal yang buruk. Jika ada seorang kawan memberi hadiah kepada kita, jelas itu adalah perbuatan baik. Tetapi jika kita berpikir buruk,kita akan menjadi curiga, “Barangkali ia sedang mencoba membujuk,” atau kita mengomel, “Ah, hadiahnya cuma barang murah.” Yang rugi dari pola pikir seperti itu adalah diri kita sendiri. Kita menjadi mudah curiga. Kita menjadi tidak bahagia. Sebaliknya, kalau kita berpikir positif, kita akan menikmati hadiah itu dengan rasa gembira dan syukur, “Ia begitu murah hati. Walaupun ia sibuk, ia ingat untuk memberi kepada kita.”

Warna hidup memang tergantung dari warna kaca mata yang kita pakai.

* Kalau kita memakai kacamata kelabu, segala sesuatu akan tampak kelabu. Hidup menjadi kelabu dan suram. Tetapi kalau kita memakai kacamata yang terang, segala sesuatu akan tampak cerah. Kacamata yang berprasangka atau benci akan menjadikan hidup kita penuh rasa curiga dan dendam.Tetapi kacamata yang damai akan menjadikan hidup kita damai.

Hidup akan menjadi baik kalau kita memandangnya dari segi yang baik. Berpikir baik tentang diri sendiri. Berpikir baik tentang orang lain. Berpikir baik tentang keadaan. Berpikir baik tentang Tuhan.

Dampak berpikir baik seperti itu akan kita rasakan. Keluarga menjadi hangat. Kawan menjadi bisa dipercaya. Tetangga menjadi akrab. Pekerjaan menjadi menyenangkan. Dunia menjadi ramah. Hidup menjadi indah. Seperti Pygmalion, begitulah.

MAKE SURE YOU ARE PYGMALION and the world will be filled with
positive people only………… How nice!!!!

Posted by Maryam at 11:35:52 | Permalink | No Comments »

Sunday, October 11, 2009

Putriku Sayang

Nasyid jadul lagi….kasetnya sudah entah kemana…tapi alhamdulillah dapet donlotan mp3 nya…
Kalo denger nasyid ini…hehehe..jadi inget diriku sendiri…bener2 sebuah nasehat yang luar biasa yang selalu mengingatkanku bahwa aku adalah seorang wanita…dan wanita adalah istimewa…hehe.
semoga diri ini bisa menjadi seperti itu…amiiin… :)

PUTRIKU SAYANG
(By:Hijjaz, Album:KeizinanMu)

Lembut mu tak bererti kau mudah dijual beli
Kau mampu menyaingi lelaki dalam berbakti
Lembut bukan hiasan bukan jua kebanggaan
Tapi kau sayap kiri pada suami yang sejati

Disebalik bersih wajah mu disebalik tabir diri mu
Ada rahsia agung tersembunyi dalam diri
Itulah sekeping hati yang takut pada ilahi
Berpegang pada janji mengabdikan diri

Malu mu mahkota yang tidak perlukan singgahsana
Tapi ia berkuasa menjaga diri dan nama
Tiada siapa yang akan boleh merampasnya
Melainkan kau sendiri yang pergi menyerah diri

Ketegasan mu umpama benteng negara dan agama
Dari dirobohkan dan jua dari dibinasakannya
Wahai puteriku sayang kau bunga terpelihara
Mahligai syurga itulah tempatnya

Posted by Maryam at 19:29:05 | Permalink | No Comments »

Do’a dan Bungkusan yang Ruwet

Sudah bertahun-tahun yang lalu saya menemukan tulisan ini dari sebuah milis..tapi sampai sekarang saya masih teringat banget sama hikmah dari tulisan ini…dan kutanyakan mbah google, akhirnya saya mendapatkannya..
============================================

Malam Jum’at di Masjid Rungkut Jaya. Suatu kali.
Beberapa ayat telah dikupas dari berbagai tafsir: Jalalain, Al-Mishbah, Al-Azhar, Adz-Dzikra, Fii Dzilalil Qur’an, dan beberapa tafsir berbahasa Jawa dan Inggris.

“Saya pernah berdoa yang tak biasa, Pak,” kata Bu Kus membuka sesi pertanyaan.

“Apa itu, Bu Kus?” tanya Pak Suherman Rosyidi, Sang Ustadz.

“Suatu kali saya berdoa: Ya Allah, jadikan saya isteri yang selalu terlihat cantik di mata suami.”

“Doa yang bagus, dong,” sergah Pak Ustadz, “lalu apa yang terjadi?”

“Ya, memang bagus, Pak Herman. Tetapi, esok harinya wajah saya mulai ditumbuhi jerawat yang saya tidak tahu darimana datangnya. Banyak. Beberapa hari kemudian malah memenuhi seluruh wajah. Saya jadi kebingungan. Akhirnya mau tidak mau saya harus menjalani perawatan kecantikan wajah ke sebuah salon kecantikan, suatu hal yang tidak pernah saya lakukan. Saya harus datang ke tempat itu untuk membersihkan jerawat di muka saya. Berkali-kali. Berhari-hari. Hasilnya tentu saja mengejutkan saya. Wajah saya menjadi lebih bersih dari semula. Lebih cantik.”

“Berarti doa ibu dikabulkan sama Allah. Ya nggak?”

“Ya, sih Pak. Tetapi itu belum seberapa, Pak.”

“Maksudnya gimana?”

“Saya juga pernah berdoa yang tak biasa, Pak. Doa yang lain.”

“Apa itu?”

“Saya berdoa agar Allah menjadikan saya isteri yang setia pada suami.”

“Doa yang bagus juga. Lalu apa yang terjadi, Bu?”

“Esok harinya, suami saya jatuh sakit. Tak bisa bangun. Ia harus dirawat di rumah sakit. Berhari-hari. Saya mau tak mau harus menungguinya selama terbaring itu. Saya bahkan sampai merasa itu semua seperti ujian bagi saya. Ujian terhadap kesetiaan saya, apakah saya tetap setia pada suami apa tidak. Saya seketika teringat akan doa yang pernah saya panjatkan sebelumnya.”

“Berarti doa ibu dikabulkan sama Allah. Ya nggak?”

“Ya, sih, Pak.”

“Lalu sekarang, pertanyaannya Ibu apa?”

“Bukan pertanyaan, Pak.”

“Lalu apa?”

“Sekarang ini, saya justru merasa takut untuk berdoa. Gimana ini?”

***

“Apakah Tuhan memberikan apa yang engkau harap dengan mengantarkannya dalam bungkusan yang indah?”

Neno Warisman pernah bertanya demikian pada sebuah acara di televisi, mengutip pernyataan seorang pakar yang aku lupa namanya.

“Tidak!” lanjut Neno. “Tuhan tidak mengantarkan apa yang engkau minta dalam sebuah bungkusan yang menarik lagi indah. Bahkan Ia mengantarkannya dalam bungkusan yang jelek, ruwet, carut-marut, dan kelihatannya sukar untuk dibuka.

Pertanyaannya adalah: mengapa?”

“Itu tidak lain karena Ia ingin melihat bagaimana engkau membuka bungkusan itu dengan penuh kesabaran, telaten, bersusah-payah lapis demi lapis, sedikit demi sedikit, terus, terus, dan terus. Tak pernah berhenti apalagi berpaling. Hingga pada akhirnya bungkus terakhir terbuka dan engkau mendapatkan sesuatu yang engkau harapkan ada di dalamnya.”

Bukankah Allah pasti akan mengabulkan apa yang hamba-Nya pinta? Kuncinya kalau begitu adalah: jangan pernah berhenti memuja. Jangan pernah berhenti berharap.

Allah tidak tidur.
Allah mahamengetahui.
Allah mahamendengar.
Dia maharahman dan rahim.

Sungguh tak ada yang sepatutnya kita lakukan kecuali selalu berprasangka baik pada setiap pemberian-Nya. Entah nikmat, entah musibah. Karena musibah pun mungkin hanyalah bungkus belaka; yang selayaknya kita yakini bahwa itu semua hanya karena Ia ingin melihat kita membukanya dengan sepenuh cinta.

**maaf, gak nemu sumber aslinya. tapi, makasih banget buat penulis aslinya.

Posted by Maryam at 19:27:28 | Permalink | No Comments »

Social Network Sites

Saat ini, dan mulai beberapa tahun yang lalu, marak situs jejaring sosial ( Social Network Sites). Di Indonesia, dimulai dengan maraknya Friendster, lalu kemudian disusul facebook, twitter, MySpace, dan lain-lain…saya pun cukup penasaran dengan beberapa situs yang direkomendasikan juga oleh beberapa kawan..dan saya pun pernah menceritakan ke beberapa teman kalau saya penasaran dengan beberapa situs tersebut dan akhirnya menyampatkan diri untuk mengeksplore beberapa situs itu..tapi mereka jawab :”Facebook is enough for me..:D ”..

Persaingan situs jejaring sosial cukup ketat..jika tidak ada inovasi yang bagus, maka user akan beralih ke lain hati ke situs yang lebih menarik perhatian mereka..

Di tahun 2006 dan 2007, Facebook menduduki tingkatan ke dua setelah mySpace..namun berdasarkan survey dari toptenreviews.com, di tahun 2008 hingga sekarang, facebook berhasil menduduki tingkatan pertama disusul oleh mySpace, Bebo, Friendster dan Hi5.

Anyway, apapun situs jejaring sosial yang kita punyai, smoga kita bisa mengendalikan diri agar tetap mempunyai performa yang tetap oke..:)

Posted by Maryam at 19:09:55 | Permalink | No Comments »