Saturday, August 2, 2008

Memaafkan orang?

saat ini, saya sedang belajar sabar. khususnya, belajar memaafkan kesalahan orang lain. hmm..saat ini juga, saya benar-benar mengakui kehebatan seorangsahabat Rasulullah SAW yang dia mempunyai segudang maaf untuk saudara-saudaranya. dia seorang ahli Surga, dan memang pantas (sekali lagi saya mengakui) dia mendapatkannya..

detil ceritanya begini,
suatu hari, Rasulullah dan para sahabat berkumpul dengan Rasulullah disebuah majelis, di masjid. ketika itu, tiba-tiba Rasulullah berkata, sebentar lagi, akan ada seorang sahabatku datang. dia adalah calon ahli surga”. para sahabatpun penasaran. gimana lagi, masuk surga itu susah, makanya para sahabat (kenapa kita jarang menirunya ya?) berburu orang-orang yang diberi stempel “DIJAMIN MASUK SURGA”, untuk dikorek tips dan kiat-kiatnya. pada saat itu, para sahabat bertanya-tanya:siapakah gerangan orang itu? di majelis itu, sudah lengkap orang-orang hebat yang amalannya luar biasa, Abu Bakr, Umar, Utsman, Ali bin Abi Thalib, dan orang-orang luar biasa laiinya, lengkap sudah, tidak ada yang absen. siapakah orang yang dimaksud Rasulullah itu??
beberapa menit kemudian, datanglah seorang sahabat yang berpenampilan sederhana. sebut saja, si Fulan. orang-orang terheran-heran, kok bisa dia jadi calon ahli surga?? padahal, kalau dilihat-lihat, amalan kesehariannya rata-rata kok dengan para sahabat yang lain?
hari berikutnya, dan berikutnya, Rasulullah pun berkata sama, dan orang yang sama juga yang dimaksud olhe Rasulullah. akhirnya, salah satu sahabat, yakni Abdullah bin Umar bin Khattab rupanya tidak mampu lagi membendung rasa penasarannya. dia meminta izin pada sahabat tersebut untuk menginap beberapa hari di rumahnya. misis Abdullah bin Umar satu: untuk menjawab pertanyaan tentang amal apa yang dilakukn oleh si fulan hingga dia mendapat “stempel” ahli surga. setelah beberapa hari Ibnu Umar memperhatikan tentang amalan si Fulan..hasilnya, amalan tersebut merupakan amalan yang juga tidak ditinggalkan oleh para sahabat lain. lalu, apakah yang spesial yang lain daripada yang lain?? pertanyaan itu tidak terjawab. akhirnya, Ibnu Umar mengakui misinya itu kepada si fulan, dan langsung meminta jawaban atas pertanyaan di atas. si fulan pun menjawab,”Wahai Ibnu Umar, sesuai dengan yang engkau lihat, amalanku kurang lebih sama dengan amalan kalian. namun, ada satu hal..setiap malam, sebelum aku tidur, di atas ranjangku aku berkata ‘Ya Allah, aku maafkan semua kesalahan dari saudara-saudaraku yang mereka lakukan padaku hari ini baik yang disengaja maupun tidak’. mungkin itu yang menyebabkan Rasulullah berkata seperti itu”. Ibnu Umar berkata,”Ya, itulah yang menyebabkanmu menjadi ahli surga. karena amalan itu sangat berat sekali pelaksanaannya..”

ketika pertama kali mendengar kisah di atas, saya masih kelas 1 SMU. ketika itu, dalam hati saya sempat berkata (eh, pengakuan dosa nih..astaghfirullah), “apa susahnya ya amalan itu? perasaan kok biasa2 saja ya? gampang”. itu yang ada di pikiran saya. namun, beberapa saat kemudian, hingga saat ini, saya benar-benar meralat komentar saya itu. karena sampai saat ini, sangat sulit sekali untuk sukses mengamalkannya..sulit sekali..Ya Allah..berilah kekuatan pada hamba..Alangkah susahnya mendidik nafsu ini..:(

(di tengah panasnya hati karena disakiti oleh perkataan seorang teman..HWAAAA…)

Posted by Maryam at 10:36:39
Comments

Leave a Reply