Jika kita mempunyai suatu keinginan..
- Do’a.
Do’a bisa dikategorikan sebagai ruhnya amal dan ruhnya ibadah. Do’a merupakan permintaan kepada Allah. Ada beberapa kondisi yang harus kita setting ketika kita berdo’a kepada Allah
Yang pertama, camkan pada diri kita bahwasannya kita sedang meminta kepada dzat yang Maha Bisa Segalanya, dzat Yang Maha Kuasa, yaitu Allah SWT. Ingatlah kembali bahwa Allah sangat mudah menjadikan segala sesuatu, walaupun problabilitasnya adalah nol. Apa sih yang nggak bias dari Allah? Nggak ada lah..:) maka dari itu, yakinlah bahwa hanya Allah yang bisa mewujudkan do’a kita.
Yang kedua, berprasangka baik kepada Allah. Dalam sebuah hadits Qudsi, Allah berfirman :” Ana ‘inda dzonni ‘abdi bii” (Aku (Allah) sesuai dengan prasangka hamba-Nya). Kali ini, kita hendaklah berprasangka 100% bahwasannya Allah akan mengabulkan do’a kita. Jangan setengah-setengah. Jangan sampai kita berpikir “dikabulkan nggak ya sama Allah doaku ini?”. Jangan sampai kita meragukan janji Allah bahwa Dia akan mengabulkan semua permohonan (do’a) kita.
Yang ketiga, usahakan agar kita berdo’a di waktu-waktu yang mustajab. Seperti, setelah adzan, antara adzan dan iqomah, sepertiga malam terakhir, ketika berpuasa, dan lain-lain.
- Ikhtiyar
Ikhtiyar ini harus kita lakukan. Karena Allah tidak akan merubah nasib diri kita kecuali kita sendiri yang berusaha. Jikalau do’a kita lakukan sebaik-baiknya (seperti di atas, kurang lebih), maka do’a tersebut akan membuat langkah ikhtiyar kita mantap. Karena kita mempunyai keyakinan yang tinggi bahwa Allah akan mengabulkn do’a kita tersebut.
- Tawakkal
Setelah kita berdo’a dan berusaha (ikhtiyar), hendaklah kita mempunyai tawakkal yang gedhe. Konkritnya begini, Allah itu dzat Yang Maha Tahu. Jauh lebih tahu daripada kita yang serba terbatas. Selain itu, Allah Maha Penyayang. Kasih saying-Nya paling besar. Oleh karenanya, ketika Allah tahu jika Dia mengabulkan permintaan kita, dan akan berdampak buruk pada diri kita, maka keinginan kita tidak terwujud. Analognya gini, jika kita mempunyai adik kecil yang meminta es krim pada kita, padahal dia sedang sakit batuk berat, apakah kita akan mengabulkan permintaannya? Sedangkan kita sangat tahu kalau kita memberika es krim yang dia dambakan itu, maka penyakit batuknya akan semakin menjadi-jadi. Apakah kita tetap menuruti permintaan si adik kecil tersebut? Tentu tidak, jika stok kasih saying kita masih tinggi bukan? Kurang lebih, seperti itulah yang terjadi.
Maka dari itu, ketika kita menginginkan sesuatu, dan kita sudah berdo’a dan berikhtiyar, maka serahkanlah kepada Allah. Apa yang terjadi nanti, itulah yang terbaik buat kita nantinya, insyaAllah..
Wallahu A’lam bish Showaab..