Saturday, February 23, 2008

hm..keikhlasan..Frown
keikhlasan menurut saya adalah sebuah aktifitas yang sangat..sangat sulit.
masih terngiang di dalam diri saya, taujih dari Ustadz mudhoffar pada acara TFM II ketika dulu saya baru-baru menjadi mentor. beliau mengatakan bahwa aktifitas ikhlas ada 3 jenis. yaitu keikhlasan ketika sebelum melakukan amal, di saat melakukan amal, dan setelah kita melakukan amal..dan yang paling sulit adalah ketika setelah kita melakukan amal tersebut. karena jangka waktunya sangat panjang. bisa jadi 1hari setelah amal dilakukan, kita masih ikhlas. namun, belum tentu 10tahun lagi keikhlasan itu masih bertahan. na’udzubillah..
masih teringat juga di bukunya AA Gym tentang ikhlas, bahwasannya ketika kita merasa ikhlas, maka itu berarti kita masih belum sempurna dalam keikhlasan kita. itu artinya, kita masih harus menambahi keikhlasan kita. nah lho?! trus, gimana donk? beliau meneruskan lagi, bahwa yang mengetahui secara utuh tentang ikhlasnya seseorang hanyalah Allah SWT. so, just do it, and then..JANGAN DIPIKIRKAN! itu tips dari buku yang saya baca itu..
huh..susah juga..:(

Wallahu a’lam bish Shawaab..

Posted by Maryam at 11:09:30 | Permalink | No Comments »

Friday, February 15, 2008

Lupa dengan seseorang?

Bismillah..
sekadar cerita saja, mudah2an bisa ambil ibrohnya bersama2
beberapa waktu yang lalu, Allah memberikan kepada saya sebuah ujian. ya mungkin Allah mau memberi saya kesempatan sebagai event penggelontoran dosa. mudah2an saya lulus ujian..(andaikan pengumuman hasil ujiannya bisa dilihat sekarang ya?  )
Alhamdulillah, banyak ibroh yang bisa saya ambil..salah satunya adalah tentang kasih sayang. ini membuat saya sangat malu.
ketika saya sakit, ibu saya benar2 merawat saya. beliau bener2 tulus merawat saya. walaupun saya rewel atau apapun keadaannya, beliau tetap bersabar dan seakan tidak ada kata “jemu’ dalam “kamus” beliau ketika merawat saya . saya jadi malu, saya jadi mengingat-ingat, bagaimanakah ketika ibu saya sakit? apakah ketika itu ketulusan saya dalam merawat beliau juga setulus beliau ketika merawat saya?
Langsung kesimpulannya saja ya..
Bahwasannya. .sebesar- besarnya kasih sayang kita, walaupun kita sampai mati-matian memberikannya, memberikan kasih sayang kita kepada ibu kita, maka tidak akan bisa mengalahkan pemberian kasih sayang beliau (ibu kita) kepada kita.
memang, hal itu sudah kita ketahui bersama. tapi, biasanya itu belum benar2 terpatri di dalam diri kita.
ketahuilah.. bahwasannya ada seseorang yang sedang merindukan suara kita dan senyum kita di rumah kita..yaitu seorang ibu. beliau hampir tidak pernah melupakan kita.namun, kita seringkali lupa bahwasannya kita mempunyai seorang ibu yang barangkali saat ini sedang meneteskan air matanya dalam do’a beliau..do’a yang beliau berikan untuk keselamatan kita di “tanah rantau”. pernahkah kita mendo’akan beliau setulus itu? apakah kita mendo’akan beliau sesering beliau mendo’akan kita?
Allah menjaga kita di sini, menemukan keindahan Islam, sehingga kita terselamatkan dari hal-hal yang tidak disukai Allah..bertemu dengan komunitas ukhuwah yang bisa menjaga kita..bisa jadi itu semua merupakan bentuk pengkabulan do’a dari Allah..do’a yang senantiasa dipanjatkan oleh ibu kita agar Allah menjaga kita ketika kita jauh dari sisi beliau..
oke, sekarang coba ingat-ingat, kapankan kita terakhir menelepon ibu kita? jangan sampai kita menelpon orang tua kita selalu hanya untuk meminta dana akomodasi untuk hidup di “tanah rantau” ini..
Ya Allah..Ampunilah dosa-dosa kedua orang tua kami..sayangilah mereka, ya Robb..sebagaimana mereka menyayangi kami di waktu kami kecil..sayangilah mereka Ya Allah..karena kami tahu bahwasannya kasih sayang kami tidak akan bisa membalas seutuhnya kasih sayang mereka..kami percayakan kepadaMu,Ya Robb..untuk membalas kasih sayang mereka..
Amiin..
Wallahu A’lam bish showaab..
Posted by Maryam at 04:04:51 | Permalink | No Comments »