Monday, January 28, 2008

Profesi

hari minggu kemarin, alhamdulillah Allam memberikan kesempatan pada diri saya untuk menambah ilmu. ada pelatihan di di SMP Al-Hikmah. mumpung gratis, saya penuhi ajakan dari paman tercinta. :)
pelatihannya satu sesi diisi oleh  TRUSTCO. mulai pagi sampai sore. pagi diisi oleh TRUSTCO, siangnya acara berenang, dan sore ada siraman rohani dari Ustadz Agung Cahyadi LC.pagi, masih semangat. siang, saya memutuskan tidak berenang karena sedang batuk. daripada batuknya tambah parah, mending saya tidak nyemplung. hehehe
sorenya, benar2 semangat sekali. dengan durasi kurang lebih 45 menit, ustadz Agung memaparkan tentang profesi seorang muslim-muslimah yang diberikan oleh Allah langsung, yaitu profesi seebagai Da’i/Da’iyah. berda’wah bukanlah sebuah kewajiban saja bagi kita. namun, pada hakikatnya, da’wah merupakan sebuah kebutuhan kita. salah satunya adalah agar kita mempunyai alasan kepada Allah nantinya ketika kita di yaumil hisab. hal ini seperti yg tertera di Al-Qur’an Surat Al-A’rof.
so, mari berda’wah!!

Nb;jazakallah khoyr for Ustadz Agung Cahyadi atas semangatnya.. :)

Posted by Maryam at 13:40:33 | Permalink | No Comments »

Guyon..

Bercanda. satu hal yang sering sekali dilakukan oleh ummat manusia. Bahkan Rasulullah SAW, Sang Makhluk agung pun kerapkali bercanda dengan istrinya, anaknya, dan para sahabatnya. Namun, seni bercanda beliau tetap pada koridor yang syar’i. dalam candanya, beliau tidak pernah memasukkan unsur kebohongan, ejekan, dan lain-lain yang negatif. Dalam siroh diceritakan, pernah suatu ketika Rasulullah SAW ditanya oleh seorang nenek tua, yang telah keriput kulitnya. “Wahai Rasulullah, apakah saya bisa masuk surga?”. Ditanya seperti itu, Rasulullah berpiir sejenak, lalu menjawab “Wahai nenek, di surga tidak ada nenek-nenek tua..”. Kontan saja sang nenek bersedih. Namun, Rasulullah segera menyambung jawaban beliau dengan mengulum senyum, “Wahai nenek, di surga memang tidak ada orang-orang yang lanjut usia, karena setiap orang yang lanjut usia, ketika dia memasuki surga, dia kembali muda dan cantik”. Akhirnya sang nenek gembira mendengar jawaban itu karena dirinya masih berpeluang untuk dapat masuk surga.
Pernah juga diceritakan, bahwa ada seorang laki-laki, sebut saja si Fulan, yang kulitnya hitam. Ketika dia sedang bekerja, dari belakang ada yang mendekap dirinya. Dia bertanya “Siapa ini? Lepaskanlah..”. lalu dilepaskanlah dia. Ketika dia melihat sosok yang mendekapnya itu, dia tersenyum. Karena ternyata orang itu adalah Rasulullah SAW. Dan Rasulullah berkata kepada sahabatnya yang ketika itu berada di sana , “inilah dia si Fulan yang merupakan sahabatku”.
Rasulullah juga pernah berlomba lari dengan istrinya, Aisyah RA. Dalam perlombaan itu, Aisyah lah yang menang karena ketika itu tubuh Aisyah masih ramping. Beberapa waktu kemudian, Rasulullah mengajak Aisyah untuk berlomba lari lagi. Dalam perlombaan itu, Rasulullah lah yang menang, karena ketika itu tubuh Aisyah sudah mulai menggendut.
Sangat ironis sekali ketika kita melihat di fenomena bercanda saat ini. Di televisi, banyak para pelawak yang bercanda  (baca:melawak) dengan cara melontarkan kata-kata yang mengejek lawan mainnya. Atau bahkan kita sendiri yang melakukan itu. Na’udzubillah..
Ada seorang teman yang bekerja di sebuah sekolah. Kebetulan dia yang mengkoordinir beberapa fasilitas sekolah, salah satunya adalah fasilitas satpam. Salah seorang satpamnya “curhat” pada teman saya ini bahwa di antara para satpam sedang ada “perang dingin”. Pasalnya karena salah satu satpam ada yang sakit hati ketika guyon beberapa waktu yang lalu. Memang sepele, karena guyon. Ceritanya, sang satpam A sedang makan semangka. Kebetulan, satpam A tersebut tubuhnya gendut, dan kepalanya rada botak. Sang satpam B gelid an berkata “Semangka kok makan semangka?”. Guyon memang. Namun, siapa yang sangka ternyata sang Satpam A sakit hati sehingga terjadilah perang dingin tersebut.
Pernah terlontar di teman-teman kos pertanyaan kepada saya, “apakah kita nggak boleh guyon?”. Jawab saya ketika itu, ya boleh. Lalu saya ceritakan sedikit bahwasannya Rasulullah pun pernah guyon, namun dalam guyon beliau tidak ada unsur bohong, dll. Kontan temen-temen bilang, “kalo dalam guyon kita nggak ada unsur bohong, ya nggak seru, nggak lucu”.
Kalau kita pikir, benar juga sih. Kalo tidak ada unsur bohong,  guyonan kita tidak hidup. Namun, sesempit itukah? Apakah kreatifitas kita dalam canda kita hanya sampai segitu? So, marilah kita lebih kreatif lagi dalam menciptakan joke-joke kita sehari-hari.
Posted by Maryam at 13:19:44 | Permalink | No Comments »

Saturday, January 26, 2008

Wanita..

Wanita. Sosok makhluk Allah yang indah. Dia diberi oleh Sang Penciptanya berbagai kelebihan. Dengan kelebihan itu, kaum wanita bisa mendapatkan apa saja yang dia inginkan, termasuk surga. Ya, surga. Tempat yang sangat diidam-idamkan oleh seluruh ummat manusia.

Masih teringat perkataan guru agama saya dulu ketika saya duduk di bangku SMU. Beliau bilang, bahwa di sebuah rumah tangga, tugas mencuci, memasak, membersihkan rumah, bahkan mengurus anak bukanlah kewajiban seorang istri. Sekali lagi, bukanlah KEWAJIBAN. Namun, itu semua merupakan JIHAD nya seorang istri. So, kalau ketika seorang istri sedang memasak, dan tanganya terkena pisau, sampai mengakibatkan luka, maka luka itu tidaklah sia-sia. Namun, di setiap tetesan darahnya mengucur deras pahala baginya. Subhaanallah..

Namun, kelebihan-kelebihan yang dimiliki oleh para wanita tidaklah hanya dapat membawa ke surga saja. Namun, dengan kelebihan-kelebihan yang dimilikinya, wanita juga mempunyai potensi yang cukup besar untuk menjadi “setan”. Terutama bagi para makhluk yang bernama laki-laki. Banyak tokoh yang tidak berdaya karena dia ditaklukkan oleh wanita. Banyak pejabat laki-laki yang terpaksa korupsi demi memenuhi keinginan-keinginan istrinya yang merupakan seorang wanita. Banyak para suami yang hutang nya menggunung karena hanya untuk memenuhi keinginan-keinginan sang istri. Tak jarang juga kita jumpai cerita bahwa lelaki sholeh juga tidak tahan dengan godaan seorang wanita hingga dia berbuat maksiat dengan wanita tersebut. Dan lain sebagainya..dan lain sebagainya..

Itulah wanita. Dia bisa mendapatkan apapun yang ia mau dengan segala kelebihannya. Dan apa yang akan ia lakukan, itulah sebuah pilihan yang  harus dia ambil apakah itu mendatangkan kebaikan ataukah kemudhorotan. Wallahu A’lam

Posted by Maryam at 11:00:22 | Permalink | No Comments »

Rabbanaa..

Rabbana walaa tahmil ‘alayna ishran kamaa hamaltahuu ‘alalladziyna min qablina.
Ya Rabb Kami Janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami”…….
Posted by Maryam at 10:54:20 | Permalink | No Comments »

Wednesday, January 9, 2008

Sampah

Sampah adalah suatu bahan yang terbuang atau dibuang dari sumber hasil aktifitas manusia maupun alam yang belum memiliki nilai ekonomis.
Sampah merupakan material sisa yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses. Sampah merupakan konsep buatan manusia, dalam proses-proses alam tidak ada sampah, yang ada hanya produk-produk yang tak bergerak.
ngomong2 tentang sampah..saya jadi teringat dengan temen satu kos saya. kamarnya tepat di sebelah saya. anak teknik lingkungan 2006. anak tangerang. namanya pratnya. biasa dipanggil dengan sebutan:anya. seringkali dia menolak sesuatu, atau mungkin memutuskan sesuatu, atas dasar pertimbangan:ntar nimbulkan banyak sampah!
contohnya..pas beli makan. kalau makanannya dibawa pulang, dia pasti membawa kotak makannya. katanya, biar ga pake bungkus. karena bungkusnya nasi bisa menambah jumlah sampah. DOENK! Saya langsung tertohok. Subhanallah..jarang-jarang orang seperti ini.
Kemarin malam, saya mau cari makan malam. Daripada saya makan malam sendirian, saya ketuk kamar sebelah. Ya, kamarnya Anya. Tidak lama, dia langsung keluar dan menyetujui ajakan saya setelah sebelumnya saya jawab pertanyaannya tentang tempat makan yang akan saya kunjungi malam ini. Hehe. Maklum, anak kos. Makannya pindah-pindah dari depot satu ke depot yang lain. Setelah itu, kami keluar. Di pintu gerbang kos, saya lihat dia tidak membawa kotak makannya. Saya Tanya, “nanti makanannya dibungkus?”. Dia langsung menjawab,” nggak mbak. Dimakan di sana saja. Biar nggak nambah sampah”. Doenk! Saya tertohok lagi. Saya hanya bisa bertasbih. Saya salut dengan dia.
Beberapa waktu yang lalu, dia membuka majalah yang diberikan untuk teman saya (satu kos juga). Majalah itu adalah majalah untuk para donator tetap lembaga infaq. Kebetulan, beberapa teman kos adalah donator lembaga infaq tersebut. Anya membolak-balik majalah tersebut, dan bertanya kepada saya, “majalah apa ini mbak?”. Saya menjawab bahwasannya itu adalah majalah untuk donatur. Jadi, tiap bulan, donatur diberi majalah itu. Sekalian, saya tawari dia menjadi donatur juga. Dia menjawab, “iya mbak. Saya mau. Tapi nggak usah dikasih majalah saja ya mbak.”. saya bertanya, “Lho, kenapa?”. Dia menjawab, “ntar nambah-nambahi sampah. Masih banyak sampah yang harus dikelola. Lagian, saya masih bisa mbaca majalah temen-temen donatur yang laen”. Doenk!!! Sekali lagi, saya tertohok. Hm..Subhaanallah..dia berfikir sampai segitunya.
Kalau orng lain mungkin berpendapat, “Halah, percuma kalau kita mikir seperti itu. Toh orang-orang yang lain tidak berpikir seperti itu dan tetap dengan gencar menghasilkan sampah. Dan orang-orang itu jumlahnya lebih banyak. Kita pasti kalah”.
Kalau kita analisa, bisa jadi setiap orang yang banyak menghasilkan sampah, awalnya berpikir seperti teman saya, Anya, itu. Namun, setelah itu berpikir seperti pemikiran orang-orang lain. Akhirnya, jarang orang yang berpikir seperti Anya.
Ya, kembali kita mengingat Rumusnya AA Gym, Mulai dari Diri Sendiri!.
NB; Thank’s To Anya yg telah banyak mengispirasi tulisan ini J
Posted by Maryam at 14:26:28 | Permalink | Comments (2)

Jameelah

Hwaaa….di kosku rame! Aku  digodain pok2an. Pasalnya, nickname ku mirip sama nama artis. MULAN JAMEELAH!

Lho, bedanya apa?
Kalo nickname yahoo messenger ku, maryam_jameelah6. kalo Mulan, yg biasanya nama belakangnya adalah “Kwok”, kini telah berganti dengan “Jameelah”

Sebenarnya, nama saya bukan Maryam Jameelah. Tapi, nama saya Cuma Maryam. Ya, Cuma Maryam. Tidak ada embel2 yg lain. Nama Maryam Jameelah saya ambil dari seorang tokoh. Beliau dulunya bernama Margaret Marcus. Beliau lahir di  New York, Amerika Serikat, 3 Mei 1934. beliau adalah seorang tokoh wanita Yahudi Amerika yang memeluk Islam pada 1961. buku-buku dan perjuangan beliau benar-benar mengispirasi saya.
Yah, begitulah nasib embel-embel “jameelah”. Mungkin Mulan Kwok terinspirasi dengan maryam Jameelah juga, sama dengan saya. Hehehe.

Posted by Maryam at 14:04:57 | Permalink | No Comments »

Saturday, January 5, 2008

Ice Cream..

“kakak..belikan es krim..”, rengek sang adik
“iya..tapi nanti saja ya..adek kan masih batuk sama pilek. nanti kalau sudah sembuh, kakak belikan es krim”, bujuk si kakak.
“nggak mau..! sekarang pokoknya adik minta es krim..hwaaaa…”, sang adik pun menangis merengek-rengek.
apa yang dilakukan ang kakak?  kemungkinan besar, sang kakak tidak akan menuruti  permintaan sang adik pada saat itu juga. dia akan menunggu  sampai saat yang tepat untuk memenuhi permintaan itu.
dan sang adik..dia menganggap sang kakak jahat, pelit, bahkan dia merasa seakan seluruh permintaannya tidak pernah dipenuhi oleh sang kakak. padahal, jarang permintaannya tidak dipenuhi sang kakak.

kejadian di atas, sering kali terjadi. bahkan, mungkin diri kita pernah mengalaminya. entah menjadi sang kakak, atau menjadi sang adik.
mungkin, kita juga pernah mengalami menjadi seperti sang adik, tapi bukan terhadap sang kakak. namun, kita bersikap seperti itu terhadap tuhan kita, Allah SWT. seringkali kita memohon sesuatu kepadaNya, namun permintaan itu tak kunjung dikabulkan. lalu, muncul negative thinking bahwa Allah pelit, Allah tidak sayang sama kita, dll. padahal, Allah belum mengabulkan permintaan kita karena Allah sayang dengan kita. karena Allah Yang Maha tahu, mengetahui bahwa jika permintaan kita dikabulkan saat itu juga, maka akan berdampak negatif pasa kita. namun, karena kita tidak memahami dampak tersebut, maka kita merasa Allah pelit, jahat, dan lain-lain.
sama dengan sang kakak yang sangat menyayangi adiknya, dia tau jika permintaan sang adik dikabulkan saat itu juga, maka akan berdampak negatif pada sang adik. dan dia tidak mau itu terjadi pada sang adik.

so, mari ber positive thinking kepada Allah!
Posted by Maryam at 06:51:21 | Permalink | No Comments »

Tuesday, January 1, 2008

Akhirnya Dia Mati Seperti Keledai

Amat mengerikan ketika saya menemukan artikel ini. Sesungguhnya Allahlah yang layak untuk ‘memakai baju kesombongan’. Para makhlukNya tidaklah patut untuk sombong. Dan Allah bisa saja dengan sangat mudahmenunjukkan sesuatu tanpa kesulitan apapun. Seperti kisah di bawah ini. Wallahu A’lam. Semoga kita semua terhindar dari segala penyakit hati yang merusak keimanan kita.

Kisah ini terjadi di Universitas ‘Ain Syams, fakultas pertanian di Mesir. Sebuah kisah yang amat masyhur dan dieksposs oleh berbagai media massa setempat dan sudah menjadi buah bibir orang-orang di sana.

Pada tahun 50-an masehi, di sebuah halaman salah satu fakultas di negara Arab (Mesir-red.,), berdiri seorang mahasiswa sembari memegang jamnya dan membelalakkan mata ke arahnya, lalu berteriak lantang, “Jika memang Allah ada, maka silahkan Dia mencabut nyawa saya satu jam dari sekarang!.”

Ini merupakan kejadian yang langka dan disaksikan oleh mayoritas mahasiswa dan dosen di kampus tersebut. Menit demi menitpun berjalan dengan cepat hingga tibalah menit keenampuluh alias satu jam dari ucapan sang mahasiswa tersebut. Mengetahui belum ada gejala apa-apa dari ucapannya, sang mahasiswa ini berkacak pinggang, penuh dengan kesombongan dan tantangan sembari berkata kepada rekan-rekannya, “Bagaimana pendapat kalian, bukankah jika memang Allah ada, sudah pasti Dia mencabut nyawa saya?.”

Para mahasiswapun pulang ke rumah masing-masing. Diantara mereka ada yang tergoda bisikan syaithan sehingga beranggapan, “Sesunguhnya Allah hanya menundanya karena hikmah-Nya di balik itu.” Akan tetapi ada pula diantara mereka yang menggeleng-gelengkan kepala dan mengejeknya.

Sementara si mahasiswa yang lancang tadi, pulang ke rumahnya dengan penuh keceriaan, berjalan dengan angkuh seakan dia telah membuktikan dengan dalil ‘aqly yang belum pernah dilakukan oleh siapapun sebelumnya bahwa Allah benar tidak ada dan bahwa manusia diciptakan secara serampangan; tidak mengenal Rabb, tidak ada hari kebangkitan dan hari Hisab. Dia masuk rumah dan rupanya sang ibu sudah menyiapkan makan siang untuknya sedangkan sang ayah sudah menunggu sembari duduk di hadapan hidangan. Karenanya, sang anak ini bergegas sebentar ke ‘Wastapel’ di dapur. Dia berdiri di situ sembari mencuci muka dan tangannya, kemudian mengelapnya dengan tissue. Tatkala sedang dalam kondisi demikian, tiba-tiba dia terjatuh dan tersungkur di situ, lalu tidak bergerak-gerak lagi untuk selama-lamanya.

Yah…dia benar-benar sudah tidak bernyawa lagi. Ternyata, dari hasil pemeriksaan dokter diketahui bahwa sebab kematiannya hanyalah karena ada air yang masuk ke telinganya!!.

Mengenai hal ini, Dr.’Abdur Razzaq Nawfal -rahimahullah- berkata, “Allah hanya menghendaki dia mati seperti keledai!.”

Sebagaimana diketahui berdasarkan penelitian ilmiah bahwa bila air masuk ke telinga keledai atau kuda, maka seketika ia akan mati?!!!.

(Sumber: Majalah “al-Majallah”, volume bulan Shafar 1423 H sebagai yang dinukil oleh Ibrahim bin ‘Abdullah al-Hâzimiy dalam bukunya “Nihâyah azh-Zhâlimîn”, Seri ke-9, h.73-74)

Posted by Maryam at 14:54:12 | Permalink | No Comments »